2Tidak usah jauh-jauh ke Pulau Sumba di ujung jauh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk sekedar menikmati savanna yang menghampar luas. Di balik hutan Gunung Papandayan Kabupaten Garut terdapat padang savanna yang juga menghampar luas. Tegal Panjang, semua pelancong memberikan nama savanna itu.

Unik dan Medan Ringan

Dari sudut pandang ekologi, savanna bisa diartikan sebagai hampara padang rumput tempat dimana simbiosis dan rantai makanan tercipta. Savanna akan terbentuk jika kondisi tanah cukup basah sehingga memungkina rerumputan dan pepohonan dapat tumbuh. Namun pada musim kemarau, karena kekurangan suplai air pepohonan akan berkurang jumlahnya sedangkan rumput akan tetap tumbuh karena tidak terlalu memerlukan suplai air yang berlebih. Pengulangan proses ini pada akhirnya akan membentuk savanna di berbagai tempat.

Dalam catatan para peneliti ekologis, savana tidak terbentuk di sembarang daerah. Biasanya savana berada di daerah yang memiliki curah hujan rendah dan biasanya juga menjadi daerah transisi antara hutan dengan gurun pasir atau hutan dengan padang rumput. Hampir semua Negara punya padang savana. Di Indonesia keberadaan padang savana teridentifikasi hanya ada di daerah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tegal Panjang, adalah pengecualian dari penjelasan di atas. Beberapa pengecualian mengenai Tegal Panjang, yaitu Pertama, Tegal Panjang tidak berada diantara hutan dengan gurun pasir atau hutan dengan padang rumput. Tegal panjang merupakan savana yang dikelilingi oleh hutan yang berada di belakang Gunung Papandayan. Kedua, keberadaan Tegal Panjang berada di luar daerah yang selama ini diidentifikasi sebagai tempat dimana savana berada. Tegal Panjang bukan berada di Papua, NTT atau NTB tapi berada di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

Sampai sejauh ini belum ditemukan hasil-hasil penelitian yang mengungkapkan terjadinya keunikan tersebut. Hal tersebut didorong oleh keberadaan Tegal Panjang yang belum terlalu banyak diketahui oleh para pelancong dan peneliti. Setelah penggunaan media sosial berkembang pesat, Tegal Panjang mulai diketahui banyak orang dan perlahan menarik banyak pelancong minus peneliti untuk mengunjungi Tegal Panjang.

Dari Lawang Angin yang merupakan gerbang masuk ke Pondok Saladah tempat para pendaki mendirikan tenda jaraknya kurang lebih dua jam dengan berjalan kaki. Dari Lawang Angin kita tinggal belok ke sebelah kanan dan mengikuti jalan setapak yang di beberapa ruas telah tertutupi rumput hutan. Beberapa ruas jalan tersebut tertutupi karena jalan tersebut jarang dilalui.

Beberapa ratus meter dari Lawang Angin kita akan langsung masuk pada kawasan hutan dengan vegetasi yang rapat. Selama perjalanan menyusuri hutan tersebut kita sperti sedang melewati lorong yang panjang tanpa tahu dimana ujungnya. Kondisi jalan yang cenderung menurun menjadikan jalur ini ramah untuk di lewati siapapun, bahkan oleh anak Sekolah Dasar (SD) sekalipun.

Setelah kurang lebih satu jam perjalanan dari depan kita akan mulai di suguhi oleh cahaya terang tanpa pemandangan ranting, daun dan pepohonan. Jika kita terus berjalan maka pemandangan sebuah lapangan hijau yang ukuranya kurang lebih 30 ukuran lapang bola segera tersajia di depan mata. Hal ini berarti kita telah sampai di Tegal Panjang.

Jika kita mau sabar mengamati dengan seksama kita akan menyadari bawa savana Tegal Panjang bentuknya bulat lonjong dengan keseluruhan batas adalah hutan dengan vegetasi pohon yang rapat. Sembilan puluh Sembilan persen savana Tegal Panjang didominasi oleh rumput. Pepohonan yang tidak terlalu lebat dan tidak terlalu tinggi dapat dihitung dengan jari. Di tengah-tengah savana terdapat garis seperti parit kecil. Rupa-rupanya garis tersebut merupakan jalur kecil yang digunakan untuk menyeberangi Tegal Panjang.

Misterius
Bagi para pejalan sebaiknya tidak tergesa-gesa ketika menikmati Tegal Panjang. Ada beberapa cara yang paling baik untuk menikmati Tegal Panjang. Karena iklimnya yang sejuk dan suasana yang sunyi maka bagi penulis, cara pertama untuk menikmati Tegal Panjang adalah sejenak merenung sambil ditemani segelas kopi hitam atau teh manis panas. Kopi hitam dan teh manis panas dengan gula yang cukup sangat baik untuk memulihkan tubuh setelah cukup lama berjalan.

Menyeruput sedikit demi sedikit kopi atau teh manis sambil menikmati suasana yang sunyi serta hamparan hijau padang savana sungguh menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Hal ini semakin indah ditambah dengan nyanyian alam yang berasal dari suara daun-daun pepohonan yang ditiup angin. Dengan situasi tersebut, siapapun yang berada di sana, baik para pejalan pemula atau yang berpengalaman akan berat untuk undur diri. Termasuk penulis ketika waktu itu. Kaki rasanya berat untuk melanjutkan perjalanan.

Bagi para pejalan, sebaiknya menikmati Tegal Panjang sambil bermalam. Namun sebenarnya bukan suasana malam yang menjadikan Tegal Panjang berbeda dengan tempat lainnya yang cukup terkenal. Suasana yang sangat berbeda dengan tempat lain adalah ketika sehabis magrib dan mau memasuki suasana malam serta waktu di subuh hari ketika akan menjelang pagi hari.

Ketika pergantian hari menuju malam kita akan di suguhi oleh pemandangan pepohonan yang perlahan diselimuti oleh kabut tipis. Biasanya hal ini terjadi dari pukul setengah enam sore sampai setengah tujuh. Menyaksikan pepohonan tersebut ditutupi awan secara perlahan terasa ada suasana misterius perlahan datang. Menyaksikan pergantian hari tersebut kita serasa akan memasuki dunia lain yang sama sekali jauh berbeda dengan tempat yang biasa kita tinggali sehari-hari.

Namun suasan misterius itu perlahan sirna setelah malam benar-benar datang dengan beberapa hal yang lumrah kita saksikan dikehidupan sehari-hari. Suasana misterius di Tegal Panjang sirna setelah kita melihat bulan dan bintang dari atas langit yang lamat-lamat menyinari pepohonan hutan dari kejauhan. Suasana malam di Tegal Panjang tidak terlalu dingin sehingga kita betah berlama-lama menyaksikan bulan dan bintang dari luar tenda.

Setelah itu, Tegal Panjang akan kembali menampakan suasana misteriusnya ketika malam akan berganti siang. Di pagi hari sekita pukul setengah enam bintang dan bulan masih terlihat tapi mulai redup. Dari kejauhan pemandangan hutan dengan berbagi pepohonan serta dataran savana mulai terlihat lamat-lamat.

Suasana misterius terasa ketika kita melihat kabut yang masih tertinggal dari atas pepohon dan diatas padang rumput yang terlihat hijau segar. Kabut di atas pepohon biasanya lebih dahulu meninggalkan kabut yang berada di atas padang rerumputan. Kabut di atas padang rerupmputan benar-benar hilang tatkala waktu menjelang pukul setengah tujuh. Suasana misterius menjadi lebih kuat tatkala kita tersadar bahwa kabut diatas padang rumput tersebut hilang tanpa kita sadari. Kabut di Tegal Panjang datang dan pergi tanpa pernah diketahui persis oleh para penikmatnya.

Jika kabut di Tegal Panjang maka hal ini berarti kita harus mulai bangun dan menjarang air untuk menyeduh kopi atau teh. Menikmati kopi dan teh manis panas di pagi hari di Tegal Panjang sungguh merupakan kenikmatan yang tiada tara. Sambil memainkan asap yang keluar dari mulut karena cuaca dingin sisa subuh suasana Tegal Panjang benar-benar melenakan. Segelas kopi hitam dan teh manis panas akan cepat tandas tanpa kita sadari. Jika sudah demikian itu pertanda bahwa kita harus segera melanjutkan perjalanan untuk kembali menjalani rutinitas kembali.