Apakah gambaran karakter seorang bisa dibaca lewat tulisan? Yam tentu saja jawabanya bisa. Apakah ini pekerjaan gaib, mistis, takhayul, atau pekerjaan dukun? Jelas bukan. Menganalisis gambaran karakter seorang lewat tulisan tangan adalah pekerjaan ilmiah.

Kenapa?Menulis adalah sebuah kerja komunikasi antara emosi dengan intelektualitas (Helmi, 2004:8). Ketika menulis, yang bekerja bukanlah otot-otot motorik saja, akan tetapi juga ikut bekerja faktor-faktor lain, seperti paktor psikis, imajinasi, berpikir, motivasi dan lainnya. Singkat kata adalah menulis merupakan manifestasi pikiran-pikiran yang ada di otak. Jadi, tulisan adalah gambaran karakter psikis seseorang.

Adakah buktinya?tentu saja ada. Silahkan simak ibu-bapa guru, atau yang anda rasakan ketika anda menjadi siswa SD. Ketika guru anda mengajarkan kita menulis. Ibu guru menulis di papan tulis dengan tulisan khas dia, lalu apakah tulisan kita sama dengan tulisan guru tersebut? Hasil penelitian mengatakan bahwa tulisan guru dengan siswa berbeda. Ini menjadi bukti sederhana kalau tulisan merupakan manifestasi dari kerja otak dan gambaran karakteristik psikologis masing-masing individu.

Untuk membaca karakter orang melalui tulisan, ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi. Prinsip tersebut sering disebut dengan istilah Tritunggal. Prinsip tritunggal itu terdiri dari tiga komponen, yaitu  : pertama, komponen ruang. Kedua, coretan. Ketiga, bentuk.

Namun sebagai pembuka, hanya akan dipaparkan bagaimana menganalisis gambaran karakter seseorang melalui komponen ruang. Perlu diketahui analisis ruang dalam analisis tulisan dibagi kedalam tiga unit analisis. Pertama, adalah proporsi besar tulisan dengan ruang tulisan yang ada. Kedua, posisi tulisan dalam kertas. Ketiga kemiringa dalam tulisan.

Berikut akan disajikan analisis tulisan berdasarkan ruang. Tulisan yang dianalisis merupakan tulisan dari tiga kawan, sebut saja kawan itu Juandi, Eri, dan Jefry.

Berdasarkan proporsi besar tulisan dengan besar kertas, bisa dibaca bahwa ketiga tulisan memiliki tulisan yang kecil. Proporsi besar tulisan mereka dibandingkan dengan besar kertas sangatlah kecil. Dalam ilmu membaca tulisan tangan ini berarti bahwa sebenarnya ketiga orang penulis adalah seorang dengan konsentrasi yang tinggi, cenderung senang dengan dunianya sendiri, tapi bukan berarti autis, dan lebih introspektif. Pola pikir yang dipakai lebih mengutamakan detail sebelum melihat masalah secara menyeluruh.

Orang dengan tulisan kecil berbeda dengan orang dengan tulisan yang besar. Orang yang mempunyai tulisan besar, biasanya adalah orang yang mempunyai kepercayaan diri tinggi namun mempunyai tingkat konsentrasi yang rendah, cenderung sombong, ingin menonjolkan diri dan butuh perhatian.Namun demikian orang dengan tulisan besar adalah orang yang mempunyai kadar ingin tahu yang sangat tinggi.

Dilihat dari posisi tulisan, tulisan Jefry dan Eri cenderung berada disebelah kiri, sementara itu Juandi cenderung disebelah kanan. Dalam ilmu membaca tulisan, posisi tulisan yang dikiri menggambarkan karakter seorang yang cenderung introvert dan menutup diri. Orang dengan posisi tulisan dikiri adalah orang yang cenderung menahan diri. Penyesuaian dengan lingkungan cenderung kurang baik.

Berbanding terbalik dengan posisi tulisan yang berada di kiri, posisi tulisan yang agak condrong ke kanan menggambarkan bahwa penulis adalah seorang yang ekstrovert. Maksudnya adalah bahwa orang ini mempunyai perasaan, pikiran dan tindakan yang lebih banyak dipengaruhi oleh orang luar. Orang dengan posisi tulisan disebelah kaman cenderung lebih berpikiran positif dan terbuka. Cenderung lancar menjalin komunikasi dengan orang lain.

Sementara itu berdasarkan kemiringan tulisan, tulisan Jefry dan Juandi cenderung miring ke kanan atas. Ini berbeda dengan tulisan Eri yang lebih cenderung miring ke kanan bawah.

Dalam ilmu tulisan tangan, tulisan yang cenderung miring ke kakanan atas menggambarkan seorang yang mempunyai optimisme yang kuat, antusiasme serta daya juang yang tinggi. Sementara itu, tulisan yang miring kebawah sebaliknya dari miring ke atas. Seorang dengan tulisan miring kebawah menunjukan orang yang cenderung pesimis, depresi dan cenderung terjebak dalam kesedihan yang larut.Nah, itu adalah sedikit contoh bagaimana membaca tulisan tangan seseorang.

Jadi apa kesimpulan dari pembacaan karakter tulisan tiga orang tersebut? Silahkan menyimpulan sendiri. Selamat membaca diri sendiri Juandi, Jefry, Eri.

Aang Kusmawan, guru, fasilitator, penulis paruh waktu. Pagi tadi mulai tertarik menjadi pembaca karakter seseorang melalui tulisan. Juandi, Jefry dan Eri adalah sukarelawan yang dengan senang hati memberikan tulisannya untuk dianalisis.